Kamis, 25 Juli 2019

Tutorial membuat animasi berjalan 2D

Membuat Animasi Berjalan 2D ( After Effect + Premiere Pro)


Halo teman-teman semua :)

Kali ini saya akan membuat tutorial membuat Animasi Berjalan 2D yang sederhana menggunakan software Adobe After Effect dan Adobe Premiere Pro seperti gambar dibawah ini :






STEP 1

Hal yang harus dilakukan adalah siapkan gambar yang ingin diedit lalu editlah satu per satu dengan format PNG.



STEP 2

Download software Adobe After Effect lalu bukalah software tersebut.



STEP 3

Lalu klik new dan taruh file di dalam, nanti akan muncul seperti ini dan taro di timeline, tiap gambar klik (R) nanti akan muncul Rotationnya. Jangan lupa nyalakan frame per frame nya.




STEP 4

Nyalakan keyframe Rotationnya dan atur gambar seperti diatas untuk awalannya.



STEP 5

Lalu, tarolah di tiap beberapa frame atur cepat dan lambat gambar, kemudian setiap framenya atur gambar searah sebaliknya depan dan belakang seperti orang berjalan.



STEP 6

Setelah itu di render dan tunggu.



STEP 7

Lalu download software Adobe Premiere Pro nya dan buka software tersebut untuk merapihkan cara berjalan video diatas, karena video tersebut masih berjalan ditempat.



STEP 8

Taruh file didalam timeline premiere pro, lalu taruh paling kiri dan nyalakan frame posisinya.



STEP 9

Seperti gambar diatas dari kiri ke kanan dan di sampe akhir video



STEP 10

Dan yang terakhir, saya akan memberi nama saya di dalam video dan render



Oke mungkin itu saja tutorial dari saya cara membuat animasi berjalan 2D menggunakan software Adobe After Effect dan Adobe Premiere Pro, untuk hasilnya teman-teman bisa lihat video nya dibawah ini :




Rabu, 19 Desember 2018

Teknologi Sistem Cerdas


      PENGENALAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Sistem Informasi Pengenalan Scanner


Disusun Oleh :


                         Nama  : Andrie Setiawan
                         NPM : 10116825
                         Kelas : 3KA33
               

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma




ABSTRAK
Di dalam sebuah sistem komputer, scanner adalah sebuah alat input yang berfungsi sebagai penghasil gambar digital (image digitizer). Cara kerja scanner dalam membaca gambar ada kemiripan dengan mesin foto copy, namun tidak seperti foto copy dimana hasil pembacaan tersebut berupa hasil cetakan dalam lembar kertas dari citra yang dibaca, scanner akan menampilkan hasilnya di layar monitor untuk dapat di simpan sebagai sebuah file digital.

Scanner dalam bahasa Inggris berasal dari kata dasar scan yang dalam Bahasa Indonesia sering dipadankan dengan istilah pindai, sehingga dalam Bahasa Indonesia scanner adalah mesin pemindai atau cukup disebut pemindai saja. Istilah pindai sendiri memang bukan istilah yang umum diucapkan atau didengar. Arti dari pindai sendiri adalah melihat dengan teliti dan seksama, sehingga kurang lebih maksud dari pemindai adalah alat yang dapat membaca data dengan teliti dan seksama.


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “TEKNOLOGI SCANNER”, tepat pada waktu yang telah ditentukan. Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................. 1
      1.1   Judul ............................................................................ 1
       1.2   Latar Belakang ............................................................. 1
       1.3   Rumusan Masalah .......................................................  2
       1.4   Tujuan .......................................................................... 2
       1.5   Manfaat ........................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN .......................................................... 2
     2.1   Pengertian Scanner ..................................................... 2
      2.2   Kegunaan Scanner ....................................................... 2
      2.3   Komponen Scanner ..................................................... 3
      2.4   Cara Kerja Scanner ...................................................... 3
      2.5   Cara menggunakan Scanner ........................................ 4
      2.6   Jenis – jenis Scanner .................................................... 4
      2.7   Permasalahan Pada Scanner ....................................... 5
      2.8   Cara untuk memperbaiki masalah Scanner ................ 5
BAB III PENUTUP ................................................................. 6
     3.1   Kesimpulan .................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA...............................................................










BAB I
PENDAHULUAN


1.1          1.1   Judul
          Teknologi Scanner

1.2          1.2   Latar Belakang
     Perkembangan Teknologi pada masa sekarang ini, sudah sangat cepat dan maju, salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer pada masa sekarang ini sudah bukan barang yang asing dan mahal lagi, pada saat ini hampir disegala bidang membutuhkan komputer sebagai alat bantu, karena memiliki kelebihan yaitu dari segi kecepatan dan ketelitian. Misalnya saja dibidang kesehatan, bidang teknik, sipil, perbankan, ilmu pengetahuan, bisnis baik oleh pemerintah maupun swasta. Dimana sekarang juga berkembang teknologi jaringan komputer, dimana orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan komputer, yang tidak hanya dalam satu ruangan, tetapi bisa meliputi antar benua, yaitu Internet. Jadi bisa dikatakan komputer telah memasuki segala bidang kehidupan kita.
Dalam artikel ilmiah ini saya akan membahas terperinci tentang scanner. Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan. 

1.3          1.3   Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud Scanner ?
2.    Apa saja kegunaan Scanner ?
3.    Apa saja komponen-komponen Scanner ?
4.    Bagaimana cara kerja Scanner ?
5.    Bagaimana cara menggunakan Scanner ?
6.    Apa saja jenis-jenis Scanner ?
7.    Apa saja permasalahan pada Scanner ?
8.    Bagaimana cara untuk memperbaiki masalah pada Scanner ?

1.4          1.4   Tujuan
1.    Untuk mengetahui perkembangan teknologi modern di era global
2.    Untuk menambah wawasan mengenai teknologi Scanner.



1.5          1.5   Manfaat
Seiring perkembangan jaman, scanner tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemindai. Sekarang telah hadir scanner multi function (all in one) yang merupakan seperangkat scanner yang di dalam sudah terdapat fungsi printer, copy dan fax. Jadi manfaat Scanner sudah lebih lengkap lagi, karena dengan memiliki sebuah scanner multi function kita sudah dapat memfoto copy suatu dokumen baik dalam model hitam putih dan berwarna (jika dokumen aslinya memang berwarna). Scanner all in one ini juga bisa sebagai printer dan alat fax.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1          Pengertian Scanner
Di dalam sebuah sistem komputer, scanner adalah sebuah alat input yang berfungsi sebagai penghasil gambar digital (image digitizer). Cara kerja scanner dalam membaca gambar ada kemiripan dengan mesin foto copy, namun tidak seperti foto copy dimana hasil pembacaan tersebut berupa hasil cetakan dalam lembar kertas dari citra yang dibaca, scanner akan menampilkan hasilnya di layar monitor untuk dapat di simpan sebagai sebuah file digital.

Scanner dalam bahasa Inggris berasal dari kata dasar scan yang dalam Bahasa Indonesia sering dipadankan dengan istilah pindai, sehingga dalam Bahasa Indonesia scanner adalah mesin pemindai atau cukup disebut pemindai saja. Istilah pindai sendiri memang bukan istilah yang umum diucapkan atau didengar. Arti dari pindai sendiri adalah melihat dengan teliti dan seksama, sehingga kurang lebih maksud dari pemindai adalah alat yang dapat membaca data dengan teliti dan seksama.

2.2          Kegunaan Scanner
Untuk keperluan pribadi, penggunaan yang umum dari scanner adalah sebagai penyimpan gambar, baik itu foto, surat-surat penting seperti ijazah, atau berita dari Koran dalam bentuk file dijital. Jika diperlukan file dijital itu sewaktu-waktu dapat dicetak. Jadi jika anda memiliki foto, surat-surat berharga atau sekedar artikel dari majalah yang anda anggap penting, dan anda tidak menginginkan kehilangan data tersebut, ada baiknya anda menyimpannya dalam bentuk file digital.
Di dalam bidang seni multimedia, seperti bidang animasi, para animator menggunakan scanner untuk memindahkan rancangan bentuk-bentuk dasar dari gambar yang akan diolahnya. Misalnya tokoh di dalam film kartun akan digambar dengan tangan menggunakan pensil, kemudian hasilnya akan di-scan. Selanjutnya dengan perangkat lunak animasi, rancangan tersebut akan diberi pewarnaan dan efek-efek tertentuk untuk menghasilkan sebuah karya animasi.

2.3    Komponen-komponen Scanner

Komponen-komponen yang dimaksud adalah komponen-komponen pada scanner flatbed
Komponen tersebut adalah :

·        Alas kaca
Alas kaca digunakan sebagai wadah dari gambar yang akan dibaca.
·        Sumber cahaya
Sumber cahaya berupa lampu dengan intensitas cahaya cukup tinggi akan menghasilkan cahaya yang diarahkan ke gambar.
·        Sensor Signal Pantulan
Jenis yang umum digunakan untuk jenis scanner flat bed adalah sensor CCD(charge-coupled devices). Alat ini berfungsi seperti mata yang akan membaca sinar pantulan dari gambar Untuk mengarahkan sampai ke CCD, cahaya pantulan dari gambar diarahkan dengan menggunakan sejumlah cermin dan lensa scanner.
·        Motor Stepper dan pita bergerigi
Karena data dibaca baris perbaris, maka dibutuhkan motor stepper dan pita bergerigi untuk menggerakan lampu dan CCD.
·        Penutup
Penutup digunakan untuk menghindari sinar luar yang masuk, sehingga data yang dibaca oleh CCD benar-benar data pantulan dari gambar yang sedang dibaca.


1.1                 2.4    Cara Kerja Scanner
 Gambar yang akan dipindai diletakan di atas permukaan kaca pemindai
·        Sebelum gambar dipindai, komputer akan menentukan seberapa jauh motor stepper yang membawa lampu akan maju, jaraknya ditentukan oleh panjang gambar dan posisi gambar di kaca pemindai.
·        Lampu mulai menyala dan motor stepper akan mulai berputar untuk menggerakkan lampu hingga posisi akhir gambar.
·        Cahaya yang dipancarkan lampu ke gambar akan segera dipantulkan,kemudian pantulan yang dihasilkan akan dibaca oleh sejumlah cermin menuju lensa scanner.
·        Cahaya pantulan tersebut akhirnya akan sampai ke sensor CCD
·        Sensor CCD akan mengukur intensitas cahaya dan panjang gelombang yang dipantulkan dan merubahnya menjadi tegangan listrik analog.
·        Tegangan analog tersebut akan diubah menjadi nilai dijital oleh alat pengubah ADC (analog to Digital)
·        Sinyal dijital dari sensor CCD akan dikirim ke papan lojik dan dikirimkan kembali ke computer dalam bentuk data dijital yang menunjukan warna pada titik-titik gambar yang dipantulkan.


           2.5    Cara Menggunakan Scanner
·        Pastikan scaner dan komputer dalam kondisi nyala dan terhubung.
·        Persiapkan dokumen atau gambar yang akan discan.
·        Buka penutup scaner.
·        Letakkan dokumen atau gambar pada scaner kemudian tutup kembali scaner.
·     Pada komputer buka program pengolah foto. Start menu-All Program-photoshop dan jika menggunakan Microtek buka softeware Microtek scan wizard 5 (Start menu-All Program-Microtek-Microtek scan wizard 5).
·        Untuk sofware Microtek klik preview kemudian sesuaikan hasil scan.
·     Untuk photoshop klik file-import-Microtek. Jika menggunakan   f380 All in one klik file-import-F300 twain kemudian klik preview untuk melihat preview, sesuaikan hasil scan.
·        untuk Microtek klik scan tunggu beberapa saat maka akan meminta informasi untuk menyimpan. Simpan hasil ditempat yang diinginkan.
·        Untuk photoshop ketika anda klik scan maka secara otomatis hasil akan tampil dilayar photoshop anda dapat melakukan edit untuk kemudian disimpan.
·        Proses scan selesai.


          2.6    Jenis-jenis Scanner
Berdasarkan manfaat dan cara penggunaannya, scanner dapat dibagi menjadi beberapa jenis :
·        flat bed
Jenis ini adalah jenis yang paling banyak dijumpai, karena harganya relatif paling murah, cocok untuk penggunaan pribadi. Jenis ini dapat dicirikan dari bentuknya yang persegi panjang. Memiliki sebuah papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Untuk menggunakannya anda harus meletakkan gambar satu persatu untuk setiap pengambilan gambar.
·        Automatic Document Feeder
Jenis ini memiliki kelebihan kemudahan dalam penggunaan. Anda dapat meletakkan gambar-gambar yang akan dibaca, selanjutnya alat ini secara otomatis akan mengambil sendiri gambar-gambar tersebut dan membacanya, untuk selanjutnya disimpan sebagai file dijital. Harganya sudah tentu lebih mahal dibanding jenis flat bed. Jenis ini memang cocok untuk perkantoran yang memiliki banyak gambar yang akan di scan.
·        Andheld
Jenis ini membutuhkan keterampilan yang lebih dari penggunanya. Pengguna dengan tangannya akan menggerakan scanner ini di atas gambar yang akan dibacanya. Karena proses pembacaan data oleh scanner sangat sensitif, maka gambar yang dihasilkan kualitasnya kurang baik, akibat kecepatan gerakan yang tidak rata. Umumnya scanner jenis ini bersifat monochrome, atau tepatnya hanya dapat menghasilkan warna hitam putih saja.
·        Drum
Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan . Jenis ini menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini menghasilkan kualitas yang lebih baik di banding jenis lainnya. Namun karena harganya relatif mahal, maka jenis ini sudah tidak banyak digunakan. Banyak orang beralih menggunakan jenis flatbed berkualitas tinggi. Tetapi jenis ini masih tetap digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas yang baik, seperti museum atau seniman yang akan menyimpan hasil kerja seninya.


            2.7    Permasalahan pada Scanner
Scanner merupakan satu-satunya alat yang bisa mengubah gambar komik kita dari goresan tangan menjadi data digital yang memungkinkan untuk di edit melalui komputer. Akan tetapi sebagian komikus masih belum mengetahui seluk beluk piranti komputer ini sehingga mereka langsung saja menggunakannya tanpa memperdulikan hasil yang akan diperoleh. Namun adakalanya gambar hasil scanning tidak memuaskan selera. Gambar pecah-pecah, bercak-bercak, dan warna lebih gelap seringkali mengurangi kualitas gambar komik yang telah kita lukis. Yang pertama-tama menjadi kekhawatiran kita adalah apakah scanner mengalami gangguan atau, lebih buruk lagi, apakah kita telah terjebak dalam permasalahan scanner, dimana hal itu hanya dipahami oleh spesialis seni komputer ulung? Tapi cobalah tenang sedikit. Ingat bahwa scanner hanyalah alat perekam seperti halnya peralatan stereo, kita mungkin harus menyetel bass dan trebel agar mendapatkan efek yang diinginkan.

            2.8    Cara untuk memperbaiki masalah pada Scanner
 Scanner adalah berbagai model-model yang digunakan untuk memindai foto dan dokumen baik ke komputer Anda. Online scanner diproduksi oleh Scanjet meliputi seri, Photosmart scanner, Jaringan scanner dan E-Scanner. Meskipun setiap scanner yang berbeda, Anda dapat menggunakan beberapa metode umum untuk memperbaiki   scanner.
·  Uninstall software untuk Anda scanner. Jika masalah Anda tampaknya terkait perangkat lunak, Anda harus uninstall dan menginstal perangkat lunak pemindai  . Untuk melakukan hal ini, pergi ke “Add / Remove Programs” pada desktop Anda. Menemukan program scanner   dan klik tombol “Uninstall” pilihan. Setelah ini selesai, Masukkan kembali perangkat lunak pemindai   CD-ROM dan ikuti petunjuk instalasi.
· Disable start-up item di Windows. Beberapa program Windows dapat mempengaruhi scan gambar yang dihasilkan oleh scanner  . Memperbaiki masalah ini dengan pergi ke “Run” menu pada Windows. Masukkan “msconfig” untuk membuka jendela konfigurasi sistem. Pilih “Selective start up” dan tidak memeriksa semua program yang tercantum dalam menu ini.
·   Lepaskan semua kabel dan mematikan sumber daya scanner  . Untuk memperbaiki suara mekanis aneh dari perangkat, putar scanner off dan kemudian menghubungkan kembali kabel dan sumber daya setelah menunggu satu menit.
·   Memasang driver update untuk   Anda scanner. Sopir yang ketinggalan jaman juga dapat menyebabkan   Anda scanner untuk kerusakan. Menyelesaikan masalah ini dengan men-download driver baru dari   Support website.
·  Bersihkan kaca scanner   Anda. Kotoran dapat membangun di bawah kaca pemindai dan menyebabkannya untuk berhenti bekerja dengan benar. Untuk membersihkan kaca di bawah, Anda akan perlu untuk membongkar gelas menggunakan obeng kepala yang datar. Anda mungkin memerlukan sebuah obeng Phillips juga jika berada di tempat sekrup di bagian belakang kaca pemindai. Gunakan pembersih kaca dan kain yang kering untuk menghapus segala debu dan puing-puing. Re-install kaca dengan menggunakan obeng Phillips.







BAB III
PENUTUP


1.1          
3.1   KESIMPULAN

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai scanner yang menjadi pokok bahasan dalam artikel ilmiah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul artikel ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya artikel ini dan dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya. Semoga artikel ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.





DAFTAR PUSTAKA


Senin, 09 Oktober 2017

Inovasi Sistem Informasi Fingerprint Absensi

Inovasi Sistem Informasi
Fingerprint Absensi

Latar Belakang Fingerprint Absensi
Dahulu untuk mendata kehadiran karyawan dilakukan dengan cara absen manual, seperti absen kehadiran, absen panggil sampai absen dengan memasukan kertas ke dalam mesin absen. Absen merupakan salah satu faktor penting untuk mengetahui sejauh mana sesorang rajin dalam menjalankan kewajibannya untuk mengerjakan tugas yang dibebankan dengan cara hadir dalam kegiatan baik organisasi maupun umum.
Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.
Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya.
Sistematika  Fingerprint Absensi :
                Biometrik adalah metode untuk mengedintifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Biometrik memang kini mulai menjadi trend. Pilihannya kian beragam mulai dari sidik jadir, pola wajah, pola suara hingga lapisan iris dari mata
                Teknik pembacaan Fingerprint Absensi :
                Scanning sidik jari dilakukan dengan alat elektronik (dalam hal ini mesin absesni sidik jari). Hasil scanning lalu disimpan dalam format digital pada saat registrasi atau enrollment atau pendaftaran sidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari tersebut diproses dan dibuatkan daftar pola fitu sidik jari yang unik. Pola fitur sidik jari yang unik ini kemudian disimpan dalam memory atau database. Pola sidik jari yang unik ni disebut dengan istilah minutiae. Teknik pembacaan sidik jari ada 4 yaitu :
1.    Optis
2.    Ultra Sonik
3.    Kapasitans
4.    Thermal

Tekhnik penyimpanan pada mesin Fingerprint Abesensi :
1.    Data sidik jari disimpan di dalam perangkat alat absensi sidik jari.  Cara ini disebut dengan pendapat desntralisasi  biasanya terjadi pada mesin sidik jari tipe standalone, yakni mesin sidik jari yang dalam pengoprasiannya bisa berjalan tanpa harus terhubung dengan komputer. Data akan tersimpan pada memory yang ada pada mesin
2.    Data sidik jari  disimpan pada database di komputer. Cara ini disebut juga cara sentrilisasi biasanya digunakan pada alat sidik jari tipe online atau yang harus terhubung dengan komputer. Data akan langsung tersimpan pada database yang ada pada hardisk komputer
3.    Data sidik jari disimpan pada kertu pemilik. Cara ini disebut juga dengan desntralisasi. Data sidik jari akan disimpan pada kartu sang pemilik. Pertama kali sidik jari harus diregistrasikan ke mesin kemudian data sidik jari tersebut akan ditulis oleh mesin sidik jari ke kartu tertentu, misalnya pada kartu mifare card
Cara kerja akses control pintu Fingerprint Absensi:
Pertama pengguna harus meregistrasikan dulu jarinya, sampel jari akan disimpan didalam alat sidik jari, lakukan pengaturan yang terkait dengan mesin akses kontrol ( access control system), seperti grup, timezone (pengaturan waktu akses), kombinasi akses, antipassback dan lain lain

Setelah registrasi pada alat sidik jari maka mesin sidik jari tersbut akan discan, jika terdapat kecocokan, maka alat tersebut akan mengirimkan sinyal kepada alat accesskontrol untuk membuka atau menutup relay-nya. Akibat dari terbuka dan tertutupnya relay tersebut, kunci (door lock) akan terbuka dan pengguna bisa melakukan akses.





Sumber referensi fingerprint Absensi:



3. https://www.google.com/searchq=alat+fingerprint+absensi&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj4-vnYhtnWAhVFv5QKHe-3DfsQ_AUICigB&biw=1600&bih=794#imgrc=ya0Opvt7N04KPM:


Nama Kelompok :
- Andry Setiawan (10116825) Kelas : 2KA33
- Alfayed (10116548) Kelas : 2KA33
- Dimas Fariz Nugroho (12116038) Kelas : 2KA33
- Ilham (13116411) Kelas : 2KA33
- Iqbal Yasir (13116566) Kelas : 2KA33